Saturday, 10 March 2012

Suku Dayak Hindu-Budha, Bukan Suku Dayak Yang Sebenarnya

Assalamualaikum gan, apa kabar semua ? semoga dalam keadaan sehat wal afiat yah. Selamat merayakan hari weekend saudara. Nah gan kali ini kita bakal membahas tentang suatu suku di Indonesia. Lebih tepatnya suka Dayak Hindu - Budha. Suku Dayak ? yang di Kalimantan itu yah ? Iya bener gan suku Dayak memang ada di Kalimantan. Tapi apakah saudara tahu ada Suku Dayak lain di luar Kalimantan ? Ternyata bener-bener ada lho gan Suku Dayak yang asal nya bukan dari Kalimantan tetapi dari daerah Jawa Barat. Mari kita simak sejenak tentang Suku Dayak Hindu - Budha ini.


Tak Memiliki Hubungan Dengan Dayak di Kalimantan

Suku Dayak Hindu Budha bukanlah Suku Dayak sebenarnya dari Suku Dayak di Kalimantan. Bukan pula Suku Dayak yang berafiliasi dengan Dayak di Kalimantan. Dayak Hindu Budha dan Dayak Kalimantan tidak memiliki hubungan kekerabatan sama sekali. Suku Dayak Hindu Budha sebenarnya adalah sebuah nama yang memiliki arti tersendiri dengan nama resmi "Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu" Suku dalam bahasa mereka berarti Kaki, Dayak artinya ramai, Hindu yang berarti di dalam rahim atau kandungan dan Budha yang berarti budi atau ajaran. Sedangkan Bumi artinya wujud, Segandu artinya seluruh badan Indramayu artinya inti yang paling dalam Darma terhadap orang tua dan Ayu yang berarti wanita. Jika diartikan secara menyeluruh Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu artinya, kaki melangkah berdasarkan kepercayaan yang sudah dibawa sejak dalam kandungan untuk berbakti kepada alam dan orang tua dan wanita.

Jadi sudah pada tahukan, bahwa Suku Dayak Hindu Budha sejatinya bukanlah bagian dari suku dayak yang ada di Kalimantan. Bisa dibilang Suku Dayak Hindu Budha adalah suku baru yang berawal dari sebuah kelompok yang percaya akan ajaran tertentu seperti yang telah kita artikan tadi. Sejatinya mereka tidaklah menganut agama yang resmi, mereka hanyalah memiliki keyakinan terhadap adanya Tuhan Yang Maha Esa.


Sistem Matrilineal dan Pencinta Wanita

Bagi teman-teman terutama yang cewek yang sering tersakiti oleh lelaki ada baiknya mencari pendamping baru dari pemuda Suku Dayak Hindu Budha. Mengapa ? karena mereka sangat menjunjung tinggi wanita. Sistem kekeluargaan mereka diatur dengan sistem matrilineal dimana Seorang ibu merupakan kepala keluarga yang posisinya sangat dihormati. Suku Dayak Hindu Budha sangat menghargai wanita dapat dilihat dari ajaran mereka dengan prinsip "kaki melangkah berdasarkan kepercayaan yang sudah dibawa sejak dalam kandungan untuk berbakti kepada alam dan orang tua dan wanita". Posisi wanita tidak hanya ditempatkan sebagai kepala keluarga namun juga sebagai pencari nafkah untuk keluarga. Sementara itu kaum laki-laki bertugas dalam hal kerumahtanggan seperti mencuci, memasak, membersihkan rumah, mengasuh anak-anak dll. Jadi bisa dibilang yang lelaki mengerjakan pekerjaan wanita, yang wanita mengerjakan pekerjaan lelaki.


Memiliki Ritual Yang Super Berat Dijalani

Keanggotaan dalam Suku Dayak Hindu Budha bebas untuk siapa saja. Siapapun dari suku dan agama apapun boleh masuk dalam anggota Suku Hindu Budha di Jawa Barat ini. Namun anda diharuskan mengikuti ajaran mereka dan mengikuti segala peraturan dan ritual yang dijalani oleh Suku Dayak Hindu Budha. Bicara soal ritual mereka memiliki suatu ritual yang cukup unik namun super berat untuk kita jalani. Ritual itu bernama Topo Bisu dan Topo Pepe. Dalam ritual yang diikuti rutin oleh seluruh masyarakat suku ini memiliki tujuan untuk mendekatkan diri kepada alam semesta raya dan juga sebagai bukti kepasrahan hidup mereka terhadap alam raya. Bagaimana ritual ini dijalankan ? Ritual ini rutin dijalani saat minggu pertama awal bulan dan saat malam jumat kliwon. Ritual Topo Bisu dilakukan di dalam air selama 8 jam saat tengah malam akan berakhir keesokan harinya setelah 8 jam atau biasanya pada jam 8 pagi. Buset gak kedinginan tuh berendam 8 jam di dalam air ? apa gak pucet tuh kulit ? Eits....belum selesai gan, setelah Ritual Topo Bisu dilanjutkan lagi dengan ritual Topo Pepe. Ritual yang ini(Topo Pepe) tak kalah beratnya karena diharuskan berjemur berbaring terlentang tanpa alas apapun di tengah teriknya sinar matahari. Ritual ini dimulai dari tengah siang atau sekitar jam 11 siang dan baru akan berakhir sekitar jam 8 malam. Buset.......super berat menjalan ritual seperti itu. Kita saja biasanya sering merasakan kepanasan meskipun tak terpapar sinar matahari langsung. Tak heran gan kulit masyarakat Suku Dayak Hindu Budha rata berkulit cokelat.


Terbagi Dalam 3 Pengelompokkan

Suku Dayak Hindu Budha dikenal memiliki pengikut yang cukup banyak. Dan mereka terbagi dalam 3 kelompok. Yang pertama adalah kelompok Dayak Alami yaitu anggota suku yang tidak menggunakan baju melainkan hanya celana pendek saja. Jumlahnya sekitar 100 orang. Kesehariannya mereka menggunakan pernak-pernik suku seperti gelang tangan, kalung, dan ikat celana dari anyaman bambu. Mereka sendiri selalu menggunakan kalung yang bermata lambang Pancasila. Mengapa kalung bermata lambang Pancasila ? karena mereka termasuk orang yang menjunjung tinggi nilai Pancasila sebagai suatu bentuk persatuan dari mereka. Berbeda-beda tetapi tetap satu jua. Di dalam masyarakat suku sendiri mereka bukanlah berasa dari suatu suku, golongan ataupun agama yang sama dahulunya.

Lalu yang kedua kelompok Dayak Preman. Lho kok Preman ? Tenang gan ini gak ada hubungannya dengan Preman beneran. Entah mengapa kelompok yang kedua ini dinamakan Dayak Preman. Ciri-cirinya mereka menggunakan pakaian lengkap dan berwarna-warni. Mungkin bisa dianalogikan seperti kita gan menggunakan pakaian lengkap yang penuh warna. Jumlahnya sekitar 7000 orang dan tersebar di seluruh Indonesia tidak hanya di Indramayu atau di Jawa Barat saja.

Dan yang terakhir adalah kelompok Suku Dayak Ibu yang beranggotakan kaum wanita dewasa maupun anak-anak. Terbuktikan mereka bener-bener menghargai wanita sehingga dikelompokkan dalam kelompok tersendiri.


Well, gimana gan ? Menarik bukan. Kalau agan sekiranya masih penasaran dengan Suku Dayak Hindu Budha agan-agan bisa langsung mengunjungi perkampungannya di Dusun Segandu, Desa Krimun, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu Jawa Barat. Barangkali bakal berguna bagi agan-agan yang kuliah di Sastra dan Budaya untuk menjadi bahan penelitian Skripsi ataupun Thesis.


Wassalamualaikum Wr.Wb


Sumber:

Sumber Gambar:
Istimewa


No comments:

Post a Comment

PERLU DIPERHATIKAN DALAM MENGISI KOMENTAR

#)Jika anda anggota blogger pilih BERI KOMENTAR SEBAGAI OpenId atau pilih pake Google Account aja(klo punya).

#)Jika anda tidak memiliki blog pilih BERI KOMENTAR SEBAGAI Name/URL setelah itu MASUKKAN NAMA lalu COPY PASTE profil Facebook/Twitter anda(contoh: http://www.facebook.com/rikaz.prabowo)lalu klik Lanjutkan.(jika komentar telah ditambahkan dan di klik nama nya langsung ke profil FB/Twitter si pengomentar)

#)Jika anda tidak tergabung dalam blogger atau pun facebook pilih Name/URL lalu MASUKKAN NAMA anda TANPA memasukkan URL(URL nya dikosongkan saja)

terima kasih atas komentar anda.